belajar bahasa inggris

my english is not perfect, im not surely i can get that perfectly…
(asa aneh inggris na). emang itu bahasa inggris aneh dan nyeleneh,, tapi yg jelas saya ingin bisa bahasa inggris. ada satu tips dan artikel lebih tepatnya, judulnya “bahasa inggris jurus tarzan”. dalam artikel itu dikatakan ketika kita ingin bisa bahasa inggris tak ada halangan dan alasan tidak bisa, tidak ada alasan tidak punya partner atau kawan untuk sharing. sekarang ada metode aneh dan ajaib, dengan memfokuskan dengan apa yg sudah kita punya, hehe..
sebagai contoh “saya ingin belajar bahasa inggris”, namun untuk mengucapkannya lidah ini serasa kaku dan kelu, oh my god, please help me. nah inggriskan saja apa yg kita tahu dan apa yang kita bisa. contoh di atas kita atur kembali dengan menggunakan bahasa inggris. i want belajar bahasa inggris”. dan itu emang sedikit banyaknya aneh. tp yg jelas ketika kita belajar dengan metode ini dengan sendirinya akan nempel di otak.. banyak orang yg mengtakan  bahwa inggris itu susah, tapi mau tidak mau, jika kita ingin lancar dan fasih dalam berbahasa inggris. Walaupun bahasa inggris kita  masih terbatas, LAKUKAN SAJA.

I ingin belajar, I must can (saya harus bisa), walaupun
no friend can help (walau tiada teman yang bisa bantu).
I will sering do this (saya akan sering melakukan ini).
Wrong biarin (salah biarin), Yang penting TERUS.

Bahasa Inggris itu memang tentang Motivasi dan CARA yang
Bisa BEKERJA, bukan tentang cara yang MUDAH. Pilihlah cara
yang bisa BERHASIL. Bukan cara biasa. Berpikir dalam bahasa
Inggris dengan campur aduk bahasa Indonesia 5 kali sehari
selama lima menit merupakan cara yang jarang dilakukan orang,
tetapi sangat jelas itu BISA EFEKTIF.

so mari bercakap-cakap menggunakan bahasa inggris,

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

MENANGIS


- “Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Alloh, yaitu para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang yang Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Alloh Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dan menangis.’ (QS Maryam: 58)

Menangis, sebuah aktifitas yang pertama kali kita lakukan ketika kita dilahirkan –seiring dengan berpindahnya kita dari alam kandungan ke alam dunia.  Kita sudah tidak ingat lagi ‘peristiwa penting’ itu. Sejak kecil tak terhitung sudah berapa kali kita manangis. Menangis merupakan ungkapan kesedihan dan bisa pula sebaliknya, merupakan ungkapan kebahagiaan. Menangis adalah naluri, fitrah manusia yang sekaligus nikmat dari Alloh SWT. Ada orang yang gampang sekali menangis. Perasaannya sangat sensitif dengan keadaan sekitarnya. Menangis ketika harus berppisah dengan orang yang dicintai, menangis ketika mendengar cerita atau berita yang menyedihkan, menagis tatkala melihat kesengsaraan hidup orang lain. Sebaliknya, Ada orang  yang air matanya susah keluar dari kelopak matanya. Kalaupun harus bersedih karena ditinggal seorang yang ia cintai, tapi ia tidak sampai menangis. Bukan karena tidak merasa kehilangan, tetapi karena ia memang susah menangis. Hatinya tidak sepeka golongan sebelumnya. Adapula yang tidak bisa menangis karena memang hatinya keras membaja walaupun ditimpa musibah apapun.

Ketika persiapan perang Tabuk tengah digelar, ada tangisan istimewa yang tidak lazim dari kebiasaan manusia pada umumnya.. Perang menghadapi tentara kuat Romawi yang berlangsung saat musim panas ini memaksa setiap sahabat yang ikut untuk memiliki kendaraan masing-masing. Sebab, jarak yang begitu jauh, untuk berjalan kaki rasanya tak mungkin.. Di antara kaum miskin yang tak punya tunggangan itulah muncul tangisan sesal. Segolongan sahabat Rasul (menurut riwayat lain 7 golongan) pimpinan Abdullah Al-muzani terpaksa kembali karena Rasulullah menyatakan tidak berhasil membantu memberi mereka tunggangan. Alloh telah mengabadikan tangisan istimewa itu dalam firmannya di  Surah at-Taubah: 92: ‘Dan tidak ada dosa atas orang-orang yang datang kepadamu supaya kamu beri kendaraan lalu kamu berkata, ‘Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawa kamu.’ Mereka kembali sedang mata mereka melelehkan air mata karena kesedihan, karena mereka tidak memperoleh apa yang mereka nafkahkan.’ (QS at-Taubah: 92) (riwayat selengkapnya silahkan merujuk pada Tafsir Ibnu Katsir II/402).

Tangis mereka ini tentu bukan sembarang tangis. Ini tangisan langka. . Di tengah banyaknya orang minta izin tidak ikut berperang dengan berbagai alasan (QS At-taubah: 81), justru mereka bersedih karena tidak bisa bergabung dengan pasukan Islam. Di saat banyak orang takut mati (QS. Ali Imran: 167-168), mereka malah menyesal kehilangan kesempatan untuk mati. Bagi mereka, perang memang bukan momok yang menyeramkan, justru inilah cita-cita tertinggi mereka, syahid di jalan-Nya.

Tangisan iman tidak sama dengan tangisan cengeng. Tangis iman itu terjadi ketika seorang hamba sangat merindukan pertemuan dengan Alloh SWT,  tangisan pada saat kehilangan kesempatan menjalankan perintah agama. Sedangkan tangisan cengeng terjadi ketika seseorang kehilangan harta yang dicintainya. Alloh amat menyukai jenis tangisan yang pertama dan tidak terhadap yang kedua.

Selain tangis karena rindu, ada juga tangis karena khusyu’nya hati dalam dzikir kepada Alloh. Tangis seperti ini banyak dibahas dalam al-Qur’an maupun sunnah. Tangisan ini tentu saja tidak bisa direkayasa, karena lahir dari pikiran yang bersih dan hati yang bening. Kedudukannya sama dengan tangis iman di atas. Ketika menjelaskan orang-orang yang mendapatkan kenikmatan besar dan menjadi orang-orang yang terpilih, Alloh menyebut mereka sebagai orang yang senantiasa bersujud dan menangis. Alloh berfirman, ‘Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Alloh, yaitu para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang yang Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Alloh Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dan menangis.’ (QS Maryam: 58). ‘Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS al-Israa: 109)

Ada pula tangis bahagia. Tangis jenis ini lahir di saat suasana bahagia yang diselimuti rasa haru, ketika berjumpa dengan orang-orang tercinta, berkumpul bersama keluarga dalam suasana hari raya, ketika mendapatkan nikmat besar, kemenangan dalam suatu perjuangan (baca: pertandingan), dan lain sebagainya.

Ada juga tangis ikut-ikutan, milik orang yang hanya bisa menangis ketika orang-orang di sekelilingnya menangis. Ia tidak bisa menangis ketika sendirian, melainkan ia bisa menangis kalau bersamaan dengan suatu jamaah, di dalam sholat, istighatsah, muhasabah, mendengarkan bersama tilawah, dsb. Terkadang ia tidak tahu maksud dan arti bacaan sang imam, ia hanya terharu mendengar ‘nada tinggi’ sang imam dan tangisan jamaah yang lain. Pada dasarnya ia menangisi (baca: menangis karena) tetangganya. Yang terakhir, ada tangisan palsu. Ia mencucurkan air matanya bukan karena Alloh melainkan karena manusia, agar mereka menyangka bahwa ia adalah orang yang khusyu’ dalam sholat, tilawah dan do’anya, orang yang mudah tergugah dengan ayat-ayat-Nya. Sungguh rugi orang yang demikian, menyangka tangisannya berbuah surga, malah sebaliknya mendapatkan murka. Para ustadz, huffadz, qari’, imam sholat dan pemimpin muhasabah adalah kelompok yang paling rawan dihinggapi penyakit ini jika tidak berhati-hati.

Setiap malam Jum’at kita sering menyaksikan diri dan sahabat-sahabat sekeliling kita menangis ketika dilangsungkan tadabbur ayat, muhasabah atau qiyamul-lail. Hampir semua yang hadir menangis baik dengan hanya sedikit mengeluarkan air mata, tersedu-sedu hingga isakan yang teramat keras. Maka, sebuah pertanyaan penting yang harus kita jawab dengan jujur, termasuk jenis yang manakah tangisan kita itu?  Wallohu a’lam.

Posted in Ad-dinul Islam | Tinggalkan komentar

Menangislah Karena Allah

“Maka apakah kamu merasa heran dengan pemberitaan ini. Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis” (QS.Annajum: 59 – 60)

Penjelasan

Manusia umumnya menangis karena sedih, dan kadangkala juga menangis karena bahagia seperti menyambut kedatangan orang yang dicintai, tapi kadangpula karena lapar seperti anak bayi. Ibnu Qoyyim, seorang ulama abad ke-7 Hijriyah, menyebutkan ada 10 macam menangis.

Namun menangis yang paling bermanfaat dan sehat adalah menangis karena Allah SWT. Karena itu, menangis karena Allah SWT itu dianjurkan oleh Al Qur’an dan dipraktekan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat serta para ulama terpercaya. Di dalam salah satu riwayat Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa suatu saat Rasulullah SAW meminta kepadanya agar membacakan Al Qur’an. Ibnu Mas’ud pun menimpali, “Bagaimana aku membacakan Qur’an kepadamu ? padahal dia ( Al Qur’an ) diturunkan kepadamu “. Rasulullah SAW menjawab “Aku ingin mendengar dari orang lain”. Maka aku bacakan surat An Nisaa’, sampai pada ayat “Maka bagaimanakah, apabila Kami datangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap ummat dan Kami mendatangkan kamu ( Muhammad ) sebagai saksi atas mereka itu “. (QS.AnNisaa’:41).

Rasulullah SAW bersabda,” Sekarang cukup bacaanmu”. maka aku menoleh kepadanya, ternyata kedua matanya meneteskan airmata “. (HR Bukhori Muslim )

Demikian pula dalam suatu kejadian, Rasulullah SAW berkhutbah, kata Anas r.a “Belum pernah aku dengar khutbah seperti itu”, “Kalau kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis”, maka para sahabat menutupi muka mereka pada menangis sampai terdengar suara rintihan”. (HR.Bukhori & Muslim )

Barangsiapa yang mudah menangis karena Allah SWT merupakan bukti bahwa orang tersebut lembut dan bersih hatinya. Dan orang yang susah menangis karena Allah SWT pertanda kaku dan kurang bersih hatinya, bisa jadi karena pengaruh maksiat dan dosa, maka hendaknya dia bertaubat kepada Allah SWT dan memperbanyak amal sholeh. Suatu hal yang menarik dialami oleh seorang ulama bernama Ibnul Jauzi bahwa beliau banyak belajar kepada para ulama, namun yang paling berpengaruh kepada dirinya adalah seorang ulama yang banyak menangis ketika mengajarnya. Contoh-contoh dari kehidupan para sahabat banyak sekali, terutama Abu Bakar As-Shidiq ketika menjadi imam beliau banyak menangis, demikian juga Umar bin Khattab, meskipun beliau tegar dan keras, tapi beliau banyak menangis sampai di pipinya tampak dua garis hitam dari aliran airmatanya. Demikian pula Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib serta sahabat-sahabat lainnya. Sudahkah kita termasuk orang yang banyak menangis karena Allah SWT ???

semoga saja……

Posted in Ad-dinul Islam | 1 Komentar

Hiduplah Seperti pahlawan

Akhirnya aku bisa bertahan hidup di bandung,
00063784377393939 dengan nama dede anjar permana, tertulis di sebuah media cetak dengan begitu jelasnya. “akhirnya aku masuk universitas negeri juga,’ gumamku. Alhamdullialah, akhirnya perjuangan yang panjang dan melelahkan untuk belajar keras akhirnya terbalaskan sudah,,,
Ku rebahkan badan ini, aku masih bingung,, pengumuman yang dimuat di media cetak semakin membuat pikiranku jadi kalut, Cita-cita tinggi tetap aku perjuangkan dengan idealism yang tinggi, namun di sisi lain, setelah tamat sma aku disuruh orang tua untuk membantu meraka mencari uang demi membantu dan meringankan biaya sekolah untuk adik-adikku,
Kini hanya ada air mata yang meleleh,,, dan membuncah, c esssss. Airmata ini mengingatkan aku akan kemahabesaran Allah, akan kekuasan sang maha pencipta , Rabb kita semua. Dan akhirnya Tuhan tak akan pernah meninggalkan hambanya barang sedikitpun.
Ketika kita bersedih maka bersungurlah untuk sujud, dekatkan lah dirimu kepada sang khaliq penguasa jagat raya. berdoa lah dengan seganap hati dan janganlah berpaling sedikitpun
karean semua asa dan harapan kita kan terwujud
semua harapan dan keluh kesah yang melanda jiwa, akan tercerahkan dengan tangisan panjang dan syahdu, bermunajatlah dengan segenapmjiwa sahdukanlah dirimu kedalam kekuatan yang tak terbatas dan untuk larut dalam energi kemaha besaran-Nya
Bebaskanl semua beban yang terus membebani diri ini, dengan terus memuji sang maha pencipta.
Akhirnya hanya lantunan doa yang terus mengalir dari bibir ku ini. Mungkin kita tak pernah tahu dan tak akan pernah tahu bahwa rencana Allah itu sangat indah…
Ada sebuah peribahasa yang mungkin akan selalu mengingatkan kita, kepada sang maha pencipta, bahwa Al-Aziz selalu sayang pada kita semua ….“aku minta pada Allah setangkai bunga segar,IA beri aku kaktus berduri,,,
Aku minta kupu-kupu, diberi ulat berbulu aku sedih ,,
Aku sedih dan kecewa,,,,,,
Namun kemudian, kaktus itu berbunga indah sekali .
Dan ulat itupun menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Itulah jalan allah indah pada waktunya !
ALLAH tidak memberi apa yang kita harapkan tapi IA memberi apa yang kita perlukan, kadang kita sedih, kecewa dan terluka, namun jauh diatas segalanya IA sedang merajut yang terbaik dalam kehidupan kita….

terima kasih untuk semua guru ku, baik guru di sekolah maupun semua guru kehidupanku, yang telah menjadikan diriku semakin dewasa menyikapi hidup…
buat ustad AAm, IBU Yanti yang selalu mengiklashkan diri ini untuk berangkat kuliah , waluapun sebenarnya saya malu pada IBu , buat pak ariawarman yang selalu memotivasidiri ini untuk selalu hidup mandiri, dan tangguh dalam mengahdapi hidup,
buat pak Yayat (sang syekh) U give me some enlightment of life…

Posted in motivasi | 2 Komentar

 

Data Anak Asuh

 

 

Adi Choirul Usman

 

 

 

 

Nama           : Adi Choirul Usman

TTL                               : Bdg, 28 September 1996

Alamat         : jln. Karang Tineung Dalam RT /RW 05/04

Sekolah       : SDN 9 Sukajadi Bandung

Kelas            : VI

Data Keluarga

Ayah             : Misdi

Pekerjaan   : Supir

Ibu                                : Mukarromah

Pekerjaan   : Menjahit

Alamat         : – Idem -

No kontak   : (022) 70452597

 

 

Kondisi Keluarga

 

 

Ayahnya bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan  yang tepatnya berada di sekitar wilayah  babakan jeruk – majalaya. Hobi ayahnya ini adalah memancing ikan di sungai (bukan memancing keributan lo!!!) …katanya hanya untuk melepas kepenatan setelah bekerja seharian.

Adapun Ibunya, yang berprofesi sebagai penjahit ini, tidak lupa mengurus keluarga.  diantaranya memasak makanan kesukaan keluarga kalau ada, yah….. kalo tidak ada,  ya… makan  seadanya saja.

Si Kancil Panggilan akrab teman-temannya, mempunyai adik yang bernama Diah Choirun Nisa, yang masih balita. Mungkin baru menginjak umur 5 tahun. Adiknya ini  sekolah di TK Al – Bayyinah Sukajadi kelas A.

 

 

Kondisi Pribadi

 

 

Hobi: badminton; cita-cita: jadi orang sukses ; makanan favorit : mie goreng,  Extrovert (periang), haus akan materi (rasa ingin tahunya tinggi)

 

•a.    Diniyah

Anas yang paling bontot ini sebenarnya paling rajin dan paling proaktif, namun karena sikap kekanak-kanakannya membuat teman yang lainnya harus mengurut dada. Sebab bila mengajukan pertanyaan ataupun memberikan tanggapan kadang kala tanpa dipikir dulu (asbun).

Sikap kekanak-kanakan atau sikap polosnya ini membuat dia berani bertanya dan menyodorkan berbagai argumen dari materi yang pernah  didapat di tempat pengajianya ataupun lingkungan keluarganya.

 

•b.    Akademik

berada pada urutan ke 9. Namun motivasi terus di berikan sehingga tidak boleh puas dengan hasil yang sekarang diraih

 

•c.     Hafalan

Ini adalah laporan hapalan surat yang bisa mentor laporkan

No Nama surat Keterangan

1

AN-NAAS  

2

AL-FALAQ  

3

AL-IKHLAS  

4

AL-LAHAB  

5

AN-NASHR  

6

AL-KAFIRUN  

7

AL-KAUTSAR  

8

AL-MA’UN  

9

AL-QURAISY  

10

AL-FIL  

11

AL-HUMAZAH  

12

AL-ASHR  

13

AT-TAKASUR  

14

AL-QARIAH  

15

AL-ADIYAT  

16

AZ-ZALZALAH  

17

AL-BAYINAH  

18

AL-QADR  

19

AL-ALAQ  

20

AT-TIIN  

21

ALAM NASRAH  

22

ADL-DLUHA  

23

AL-LAIL  

24

AY-SYAM  

25

AL-BALAD  

26

AL-FAJR  

27

AL-GHASIYAH  

28

AL-ALA  

29

ATH-THARIQ  

30

AL-BURUJ  

31

AL-INSYIQOQ  

32

AL-MUTHAFIFIN  

33

AL-INFITHAR  

34

AT-TAKWIR  

35

ABASA  

36

AN-NAZIAT  

37

AN-NABA  

 

 

 

 

 

Ari Naryanto

 

 

 

 

Nama           : Ari Naryanto

TTL                               : Bdg, 02 Juni 1995

Alamat         : jln. Karang Tinggal Dalam No. 29D RT /RW 02/11

Sekolah       : SMPN 1 Bandung

Kelas            : VII

Nama

Ayah             : Sunandar

Pekerjaan   : Buruh

Ibu                                : I Gusti Putu T

Pekerjaan   : Ibu Rumah Tangga

Alamat         : – Idem -

No kontak   : 081321738517

 

 

 

Kondisi keluarga

 

 

Ayah Ari bekerja sebagai buruh kasar di sekitar jalan raden patah. Ayahnya harus membanting tulang untuk menghidupi keluarganya. Ibunya yang hanya beraktivitas layaknya keumuman  ibu-ibu yang lain, sebagai ibu rumah tangga. Namun pancaran semangat dan kasih sayang selalu mengalir deras, dan tak akan pernah surut kata ari berkelakar

Anak dari 2 bersaudara ini selalu menjalin komunikasi antar anggota keluarga. Ari sangat akrab, terutama kepada kakaknya yang baru menginjak 17 tahun, dan sekarang bersekolah di SMA PASUNDAN 2 kelas XI

 

 

Kondisi pribadi

 

 

Hobi: olahraga (terutama sepak bola); cita-cita: menjadi pemain sepak bola yang handal.

Santun, low profile, keinginanuntuk terus sekolah tinggi, cita-cita kalau ada rizki, ingin menjadi dosen.

•a.    Diniyah

Bisa dibilang pertengahan, karena setiap kali mentor memberikan materi dan mengajukan beberapa pertanyaan anak yang satu ini memiliki intuisi jawaban yang memuaskan, namun dibalik itu semua ada satu sifat yang membuat dia tidak terlalu menonjol, yaitu dia jarang proaktif. Kalau pun dia ikut proaktif,  Itu pun kalau mentor meminta pendapat atau menyuruh dia untuk menjawab soal yang dilontarkan,  maka dia akan menjawab. Dilihat dari segi semangatnya……. luaaaar biasa. Tadinya, dia hanya mampu membaca quran dengan terbata-bata, namun dengan keyakinan yang penuh, ikthiar yang maksimal, serta doa yang tak pernah kering, akhirnya dia mampu menguasai metoda tartil, ya  walaupun masih dalam taraf yang sederhana, namun bagi seorang mentor itu adalah sebuah kesuksesan yang luar biasa, artinya ada progres dan perubahan dalam diri Ari.

 

•b.    Akademik

Anas yang berambut ikal ini harus turun peringkat menajdi peringkat ke 7. Ketika di SD dia selalu mendapat rangking ke-1. Mungkin banyak saingannya kali….ya.   tapi tetep… semangat harus terus  dijaga.  Sukses bosssss……

 

•c.     Hafalan

No Nama surat Keterangan

1

AN-NAAS  

2

AL-FALAQ  

3

AL-IKHLAS  

4

AL-LAHAB  

5

AN-NASHR  

6

AL-KAFIRUN  

7

AL-KAUTSAR  

8

AL-MA’UN  

9

AL-QURAISY  

10

AL-FIL  

11

AL-HUMAZAH  

12

AL-ASHR  

13

AT-TAKASUR  

14

AL-QARIAH  

15

AL-ADIYAT  

16

AZ-ZALZALAH  

17

AL-BAYINAH  

18

AL-QADR  

19

AL-ALAQ  

20

AT-TIIN  

21

ALAM NASRAH  

22

ADL-DLUHA  

23

AL-LAIL  

24

AY-SYAM  

25

AL-BALAD  

26

AL-FAJR  

27

AL-GHASIYAH  

28

AL-ALA  

29

ATH-THARIQ  

30

AL-BURUJ  

31

AL-INSYIQOQ  

32

AL-MUTHAFIFIN  

33

AL-INFITHAR  

34

AT-TAKWIR  

35

ABASA  

36

AN-NAZIAT  

37

AN-NABA  

 

 

 

 

 

 

 

Gugun Gunawan

 

 

 

Nama           : Gugun Gunawan

TTL               : Bandung, 09 Maret  1995

Alamat         : Jln Gang Paelas RT/RW 08/08

Sekolah       : SMPN 6 Bandung

Kelas            : VII

Nama

Ayah             : Nanang

Pekerjaan   : Buruh

Ibu                : Aning

Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga

Alamat         : – Idem -

No kontak   : (022)70378215

Kondisi

 

Kondisi keluarga

 

 

Bapak Nanang yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh kakak roni kurnia bekerja sebagai fotografer ; 2. Ade Arifin bekerja sbagai cleaning service di sebuah restoran. Hobi kakanya mengutak ngatik komputer. Adik satu-satunya bernama Nina Fadilah berumur 7tahun besekolah di TK Al -Bayyinah kelas B hobi bermain boneka

 

Kondisi pribadi

 

 

Hobi : sepak bola (soccer) ; cita-cita : pemain sepak bola profesional, semangat keislaman yang tinggi, semangat belajar yang tak kenal putus asa.

 

•a.    Diniyah

Kalau boleh membandingkan atau boleh mengkelaskan, maka gugun merupakan mentee yang paling TOP BGT. Dengan materi keislaman cukup matang (level smp), tapi ia mampu menguasai berbagai tema. Dari segi tahsin, maka adik asuh ini paling lancar dan paling fasih dibandingkan dengan 2 teman yang lainnya.

Keseriusan dan semangat dalam mencari ilmu, menjadikan ia haus akan mentoring dan yang paling berkesan ia rajin mengikuti pengajian rutin di lingkungan sekitarnya.

 

•b.    Akademik

 

 

•c.     Hafalan

No Nama surat Keterangan

1

AN-NAAS  

2

AL-FALAQ  

3

AL-IKHLAS  

4

AL-LAHAB  

5

AN-NASHR  

6

AL-KAFIRUN  

7

AL-KAUTSAR  

8

AL-MA’UN  

9

AL-QURAISY  

10

AL-FIL  

11

AL-HUMAZAH  

12

AL-ASHR  

13

AT-TAKASUR  

14

AL-QARIAH  

15

AL-ADIYAT  

16

AZ-ZALZALAH  

17

AL-BAYINAH  

18

AL-QADR  

19

AL-ALAQ  

20

AT-TIIN  

21

ALAM NASRAH  

22

ADL-DLUHA  

23

AL-LAIL  

24

AY-SYAM  

25

AL-BALAD  

26

AL-FAJR  

27

AL-GHASIYAH  

28

AL-ALA  

29

ATH-THARIQ  

30

AL-BURUJ  

31

AL-INSYIQOQ  

32

AL-MUTHAFIFIN  

33

AL-INFITHAR  

34

AT-TAKWIR  

35

ABASA  

36

AN-NAZIAT  

37

AN-NABA  

 

 

 

Catatan kecil selama Kegiatan mentoring berlangsung

 

 

 

Pada awalnya kegiatan mentoring bisa dilakukan oleh semua pihak, baik dari mentor itu sendiri maupun oleh para adik mentor untuk bisa menghadiri mentoring per 2 pekan sekali. Namun karena kesibukan masing-masing, diantaranya jadwal sekolah adik asuh tidak sama ( ada yang sekolah pagi, ada yang sekolah siang), sehingga hanya bisa mentoring pada hari minggu, sedangkan untuk hari minggu, mentor sendiri ada kesibukkan dan agenda yang tidak bisa ditinggalkan, untuk mengatasinya biasanya mentoring di split (di pecah ) menajdi 2 gelombang, yang pertama pagi untuk anak asuh yang sekolah siang  serta sore hari untuk anak asuh yang sekolah pagi.

 

Saya menyadari bahwa  pertemuan mentoring yang saya lakukan masih bersifat kejar materi. Artinya materi yang disampaikan harus sesuai dengan kurikulum, padahal kalau dilihat dari aspek kematangan individu mereka belum layak mendapatkan materi tersebut. Hal ini juga yang saya khawatirkan karena mentoring yang saya jalankan belum mampu menyentuh aspek psikologis, yang seharusnya mampu merubah atau mampu mewarnai karakter adik asuh. Yang saya rasakan sekarang mentoring ini masih  sebatas penggugur kewajiban, tak lebih. Seharusnya seorang mentor minimalnya mempunyai kompetensi dasar yang harus dimiliki, diantaranya:  

  • v Kemampuan berkomunikasi secara komunikatif dan efektif
  • v Wawasaan yang luasMempunyai fleksibilitas hidup (mampu menyesuaikan dengan karakter adik asuh, dan mampu menyelami pemikiran mereka serta bisa masuk ke dalam dunia mereka) sehingga mentoring akan semakin efektif dan akan membuahkan hasil yang maksimal.

 

 

 

 

 

Data Anak Asuh

 

 

Adi Choirul Usman

 

 

 

 

Nama           : Adi Choirul Usman

TTL                               : Bdg, 28 September 1996

Alamat         : jln. Karang Tineung Dalam RT /RW 05/04

Sekolah       : SDN 9 Sukajadi Bandung

Kelas            : VI

Data Keluarga

Ayah             : Misdi

Pekerjaan   : Supir

Ibu                                : Mukarromah

Pekerjaan   : Menjahit

Alamat         : – Idem -

No kontak   : (022) 70452597

 

 

Kondisi Keluarga

 

 

Ayahnya bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan  yang tepatnya berada di sekitar wilayah  babakan jeruk – majalaya. Hobi ayahnya ini adalah memancing ikan di sungai (bukan memancing keributan lo!!!) …katanya hanya untuk melepas kepenatan setelah bekerja seharian.

Adapun Ibunya, yang berprofesi sebagai penjahit ini, tidak lupa mengurus keluarga.  diantaranya memasak makanan kesukaan keluarga kalau ada, yah….. kalo tidak ada,  ya… makan  seadanya saja.

Si Kancil Panggilan akrab teman-temannya, mempunyai adik yang bernama Diah Choirun Nisa, yang masih balita. Mungkin baru menginjak umur 5 tahun. Adiknya ini  sekolah di TK Al – Bayyinah Sukajadi kelas A.

 

 

Kondisi Pribadi

 

 

Hobi: badminton; cita-cita: jadi orang sukses ; makanan favorit : mie goreng,  Extrovert (periang), haus akan materi (rasa ingin tahunya tinggi)

 

•a.    Diniyah

Anas yang paling bontot ini sebenarnya paling rajin dan paling proaktif, namun karena sikap kekanak-kanakannya membuat teman yang lainnya harus mengurut dada. Sebab bila mengajukan pertanyaan ataupun memberikan tanggapan kadang kala tanpa dipikir dulu (asbun).

Sikap kekanak-kanakan atau sikap polosnya ini membuat dia berani bertanya dan menyodorkan berbagai argumen dari materi yang pernah  didapat di tempat pengajianya ataupun lingkungan keluarganya.

 

•b.    Akademik

berada pada urutan ke 9. Namun motivasi terus di berikan sehingga tidak boleh puas dengan hasil yang sekarang diraih

 

•c.     Hafalan

Ini adalah laporan hapalan surat yang bisa mentor laporkan

No Nama surat Keterangan

1

AN-NAAS  

2

AL-FALAQ  

3

AL-IKHLAS  

4

AL-LAHAB  

5

AN-NASHR  

6

AL-KAFIRUN  

7

AL-KAUTSAR  

8

AL-MA’UN  

9

AL-QURAISY  

10

AL-FIL  

11

AL-HUMAZAH  

12

AL-ASHR  

13

AT-TAKASUR  

14

AL-QARIAH  

15

AL-ADIYAT  

16

AZ-ZALZALAH  

17

AL-BAYINAH  

18

AL-QADR  

19

AL-ALAQ  

20

AT-TIIN  

21

ALAM NASRAH  

22

ADL-DLUHA  

23

AL-LAIL  

24

AY-SYAM  

25

AL-BALAD  

26

AL-FAJR  

27

AL-GHASIYAH  

28

AL-ALA  

29

ATH-THARIQ  

30

AL-BURUJ  

31

AL-INSYIQOQ  

32

AL-MUTHAFIFIN  

33

AL-INFITHAR  

34

AT-TAKWIR  

35

ABASA  

36

AN-NAZIAT  

37

AN-NABA  

 

 

 

 

 

Ari Naryanto

 

 

 

 

Nama           : Ari Naryanto

TTL                               : Bdg, 02 Juni 1995

Alamat         : jln. Karang Tinggal Dalam No. 29D RT /RW 02/11

Sekolah       : SMPN 1 Bandung

Kelas            : VII

Nama

Ayah             : Sunandar

Pekerjaan   : Buruh

Ibu                                : I Gusti Putu T

Pekerjaan   : Ibu Rumah Tangga

Alamat         : – Idem -

No kontak   : 081321738517

 

 

 

Kondisi keluarga

 

 

Ayah Ari bekerja sebagai buruh kasar di sekitar jalan raden patah. Ayahnya harus membanting tulang untuk menghidupi keluarganya. Ibunya yang hanya beraktivitas layaknya keumuman  ibu-ibu yang lain, sebagai ibu rumah tangga. Namun pancaran semangat dan kasih sayang selalu mengalir deras, dan tak akan pernah surut kata ari berkelakar

Anak dari 2 bersaudara ini selalu menjalin komunikasi antar anggota keluarga. Ari sangat akrab, terutama kepada kakaknya yang baru menginjak 17 tahun, dan sekarang bersekolah di SMA PASUNDAN 2 kelas XI

 

 

Kondisi pribadi

 

 

Hobi: olahraga (terutama sepak bola); cita-cita: menjadi pemain sepak bola yang handal.

Santun, low profile, keinginanuntuk terus sekolah tinggi, cita-cita kalau ada rizki, ingin menjadi dosen.

•a.    Diniyah

Bisa dibilang pertengahan, karena setiap kali mentor memberikan materi dan mengajukan beberapa pertanyaan anak yang satu ini memiliki intuisi jawaban yang memuaskan, namun dibalik itu semua ada satu sifat yang membuat dia tidak terlalu menonjol, yaitu dia jarang proaktif. Kalau pun dia ikut proaktif,  Itu pun kalau mentor meminta pendapat atau menyuruh dia untuk menjawab soal yang dilontarkan,  maka dia akan menjawab. Dilihat dari segi semangatnya……. luaaaar biasa. Tadinya, dia hanya mampu membaca quran dengan terbata-bata, namun dengan keyakinan yang penuh, ikthiar yang maksimal, serta doa yang tak pernah kering, akhirnya dia mampu menguasai metoda tartil, ya  walaupun masih dalam taraf yang sederhana, namun bagi seorang mentor itu adalah sebuah kesuksesan yang luar biasa, artinya ada progres dan perubahan dalam diri Ari.

 

•b.    Akademik

Anas yang berambut ikal ini harus turun peringkat menajdi peringkat ke 7. Ketika di SD dia selalu mendapat rangking ke-1. Mungkin banyak saingannya kali….ya.   tapi tetep… semangat harus terus  dijaga.  Sukses bosssss……

 

•c.     Hafalan

No Nama surat Keterangan

1

AN-NAAS  

2

AL-FALAQ  

3

AL-IKHLAS  

4

AL-LAHAB  

5

AN-NASHR  

6

AL-KAFIRUN  

7

AL-KAUTSAR  

8

AL-MA’UN  

9

AL-QURAISY  

10

AL-FIL  

11

AL-HUMAZAH  

12

AL-ASHR  

13

AT-TAKASUR  

14

AL-QARIAH  

15

AL-ADIYAT  

16

AZ-ZALZALAH  

17

AL-BAYINAH  

18

AL-QADR  

19

AL-ALAQ  

20

AT-TIIN  

21

ALAM NASRAH  

22

ADL-DLUHA  

23

AL-LAIL  

24

AY-SYAM  

25

AL-BALAD  

26

AL-FAJR  

27

AL-GHASIYAH  

28

AL-ALA  

29

ATH-THARIQ  

30

AL-BURUJ  

31

AL-INSYIQOQ  

32

AL-MUTHAFIFIN  

33

AL-INFITHAR  

34

AT-TAKWIR  

35

ABASA  

36

AN-NAZIAT  

37

AN-NABA  

 

 

 

 

 

 

 

Gugun Gunawan

 

 

 

Nama           : Gugun Gunawan

TTL               : Bandung, 09 Maret  1995

Alamat         : Jln Gang Paelas RT/RW 08/08

Sekolah       : SMPN 6 Bandung

Kelas            : VII

Nama

Ayah             : Nanang

Pekerjaan   : Buruh

Ibu                : Aning

Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga

Alamat         : – Idem -

No kontak   : (022)70378215

Kondisi

 

Kondisi keluarga

 

 

Bapak Nanang yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh kakak roni kurnia bekerja sebagai fotografer ; 2. Ade Arifin bekerja sbagai cleaning service di sebuah restoran. Hobi kakanya mengutak ngatik komputer. Adik satu-satunya bernama Nina Fadilah berumur 7tahun besekolah di TK Al -Bayyinah kelas B hobi bermain boneka

 

Kondisi pribadi

 

 

Hobi : sepak bola (soccer) ; cita-cita : pemain sepak bola profesional, semangat keislaman yang tinggi, semangat belajar yang tak kenal putus asa.

 

•a.    Diniyah

Kalau boleh membandingkan atau boleh mengkelaskan, maka gugun merupakan mentee yang paling TOP BGT. Dengan materi keislaman cukup matang (level smp), tapi ia mampu menguasai berbagai tema. Dari segi tahsin, maka adik asuh ini paling lancar dan paling fasih dibandingkan dengan 2 teman yang lainnya.

Keseriusan dan semangat dalam mencari ilmu, menjadikan ia haus akan mentoring dan yang paling berkesan ia rajin mengikuti pengajian rutin di lingkungan sekitarnya.

 

•b.    Akademik

 

 

•c.     Hafalan

No Nama surat Keterangan

1

AN-NAAS  

2

AL-FALAQ  

3

AL-IKHLAS  

4

AL-LAHAB  

5

AN-NASHR  

6

AL-KAFIRUN  

7

AL-KAUTSAR  

8

AL-MA’UN  

9

AL-QURAISY  

10

AL-FIL  

11

AL-HUMAZAH  

12

AL-ASHR  

13

AT-TAKASUR  

14

AL-QARIAH  

15

AL-ADIYAT  

16

AZ-ZALZALAH  

17

AL-BAYINAH  

18

AL-QADR  

19

AL-ALAQ  

20

AT-TIIN  

21

ALAM NASRAH  

22

ADL-DLUHA  

23

AL-LAIL  

24

AY-SYAM  

25

AL-BALAD  

26

AL-FAJR  

27

AL-GHASIYAH  

28

AL-ALA  

29

ATH-THARIQ  

30

AL-BURUJ  

31

AL-INSYIQOQ  

32

AL-MUTHAFIFIN  

33

AL-INFITHAR  

34

AT-TAKWIR  

35

ABASA  

36

AN-NAZIAT  

37

AN-NABA  

 

 

 

Catatan kecil selama Kegiatan mentoring berlangsung

 

 

 

Pada awalnya kegiatan mentoring bisa dilakukan oleh semua pihak, baik dari mentor itu sendiri maupun oleh para adik mentor untuk bisa menghadiri mentoring per 2 pekan sekali. Namun karena kesibukan masing-masing, diantaranya jadwal sekolah adik asuh tidak sama ( ada yang sekolah pagi, ada yang sekolah siang), sehingga hanya bisa mentoring pada hari minggu, sedangkan untuk hari minggu, mentor sendiri ada kesibukkan dan agenda yang tidak bisa ditinggalkan, untuk mengatasinya biasanya mentoring di split (di pecah ) menajdi 2 gelombang, yang pertama pagi untuk anak asuh yang sekolah siang  serta sore hari untuk anak asuh yang sekolah pagi.

 

Saya menyadari bahwa  pertemuan mentoring yang saya lakukan masih bersifat kejar materi. Artinya materi yang disampaikan harus sesuai dengan kurikulum, padahal kalau dilihat dari aspek kematangan individu mereka belum layak mendapatkan materi tersebut. Hal ini juga yang saya khawatirkan karena mentoring yang saya jalankan belum mampu menyentuh aspek psikologis, yang seharusnya mampu merubah atau mampu mewarnai karakter adik asuh. Yang saya rasakan sekarang mentoring ini masih  sebatas penggugur kewajiban, tak lebih. Seharusnya seorang mentor minimalnya mempunyai kompetensi dasar yang harus dimiliki, diantaranya:  

  • v Kemampuan berkomunikasi secara komunikatif dan efektif
  • v Wawasaan yang luasMempunyai fleksibilitas hidup (mampu menyesuaikan dengan karakter adik asuh, dan mampu menyelami pemikiran mereka serta bisa masuk ke dalam dunia mereka) sehingga mentoring akan semakin efektif dan akan membuahkan hasil yang maksimal.
Posted in BSPI | Tinggalkan komentar

laporan-perkembangan-anas-semester-ii

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

munkginkan semua ini akan berakhir? giv …

munkginkan semua ini akan berakhir?
give me some answering

Posted in Uncategorized | Tagged | 1 Komentar

Tak Inginkah kita seperti Para Sahabat……

Abu Bakar Bin

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Menanti Jawaban Yang Tak pasti

Posted in Uncategorized | 1 Komentar

Tetap Optimis !!!

Sebagai mahkluk yang diciptakan oleh sang maha pencipta, sudah selayaknya kita tidak bergantung pada keadaan sekitar, tapi keputusan kitalah yang menentukan hidup dan masa depan kita. sebenarnya  Kesuksesan kita di masa depan, berawal dari keputusan kita saat ini.

kunci utama untuk untuk menghdapi ketidak pastian hidup ini adalah terus memupuk sikap tabah, tetap semangat, dan OPTIMIS, serta selalu berpikiran positif dalam segala hal. “yakinlah, Tuhan tidak pernah merencanakan hal-hal buruk untuk masa depan kita”

semoga saja ………………

Posted in motivasi | 1 Komentar